Sport Center Loktuan Berdampak Positif, DPRD Soroti Perbaikan Fasilitas dan Kebijakan Penggunaan

Paradase.id – Keberadaan Pusat Olahraga atau Sport Center di Kelurahan Loktuan mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menilai bangunan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan ruang publik yang berharga sekaligus memiliki peluang menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem retribusi yang diterapkan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengamati bahwa fasilitas ini kini semakin ramai dipakai warga untuk beragam aktivitas. Kehadirannya menjadi solusi nyata mengingat sebelumnya warga sering menggunakan ruang yang tidak layak seperti badan jalan untuk berkumpul atau berolahraga.

“Syukurlah Sport Center Loktuan sudah berjalan cukup baik. Masyarakat mulai berdatangan dan memanfaatkannya, termasuk menyewa lapangan yang tersedia,” ujar Rustam saat berbicara pada Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menegaskan sarana yang sudah dibangun dengan biaya daerah ini wajib dioptimalkan agar kemanfaatannya meluas. Selain sebagai pusat kegiatan fisik, tempat ini seharusnya juga menjadi wadah pembibitan bakat olahraga hingga ajang pertemuan sosial warga. Rustam juga mengajak seluruh pihak memahami: fasilitas milik umum harus dipakai sesuai fungsinya saja agar tetap awet dan bisa dinikmati dalam jangka waktu panjang.

Mengenai pemungutan biaya pemakaian, politisi ini berpendapat tarif yang ditetapkan saat ini masih sangat wajar. Dana yang terkumpul nantinya akan dialihkan kembali untuk merawat bangunan dan peralatan, sekaligus menjadi pendapatan tambahan bagi kas daerah.

Meski berjalan baik, masih ada hal yang perlu diperbaiki. Salah satu yang paling mendesak adalah pasokan tenaga listrik yang belum memadai di lokasi tersebut. Hal ini jelas mengurangi kenyamanan pengguna, terutama pada sore hingga malam hari.

“Perlengkapan penunjang masih harus ditingkatkan, utamanya kelistrikan. Hal ini sangat penting agar warga betah dan aman saat beraktivitas di sana,” tegasnya.

Komisi B juga mengingatkan pemerintah agar gencar melakukan sosialisasi sebelum kebijakan pemungutan biaya diterapkan sepenuhnya. Selain itu, ada usulan pemberlakuan aturan khusus—misalnya potongan harga atau pemakaian gratis—bagi atlet pembinaan maupun kegiatan olahraga resmi agar tidak terbebani biaya.

“Bisa saja dibuat ketentuan khusus atau tarif berbeda untuk atlet dan kegiatan pembinaan. Yang paling utama: fasilitas terjaga baik dan tetap bisa dipakai semua kalangan,” tutup Rustam. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *