Paradase.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang mengajak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah naungan Pemkot Bontang untuk lebih fokus pada pengembangan kawasan Bontang Kuala sebagai destinasi wisata unggulan Kota Taman.
Hal ini mencakup peningkatan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, penetapan retribusi yang tidak memberatkan masyarakat, optimalisasi situs bersejarah sebagai warisan budaya lokal, serta melibatkan Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala dalam setiap pengambilan keputusan terkait daerah bersejarah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan komisi gabungan DPRD, yaitu Komisi A, B, dan C, yang berlangsung di Kantor DPRD Bontang pada Selasa (2/6/2026). Rustam, Ketua Komisi B, menekankan pentingnya dukungan bagi lembaga adat agar dapat menjalankan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya lokal Bontang Kuala.
“Kami perlu mendorong agar lembaga adat mendapatkan dukungan anggaran melalui dana hibah, sehingga mereka bisa melaksanakan kegiatan secara mandiri,” ungkap Rustam, yang juga merupakan anggota dari Partai Golkar, saat memimpin RDP.
Ia juga meminta OPD terkait untuk berupaya mengajukan anggaran ke pemerintah pusat demi pengembangan pariwisata di Bontang Kuala, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD. Mengingat kondisi APBD Bontang saat ini mengalami defisit, beberapa proyek pembangunan pun terhambat.
“Keberadaan Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala sudah memiliki dasar hukum yang jelas dan berperan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga tradisi serta mengembangkan nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya. (Adv)






