Paradase.id – Pilihan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengenakan jaket berlogo Partai Solidaritas Indonesia saat menghadiri Kongres PSI menjadi perhatian publik. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut bukan sekadar pilihan busana, melainkan memiliki makna politik dan strategi komunikasi yang kuat.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo, mengatakan penggunaan atribut PSI oleh Jokowi dapat dimaknai sebagai bentuk political endorsement atau dukungan simbolik terhadap partai tersebut. Menurutnya, simbol visual seperti pakaian mampu menyampaikan pesan politik yang lebih kuat dibandingkan pernyataan verbal.
Sementara itu, pakar komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menilai langkah Jokowi merupakan bagian dari strategi political branding. Ia menyebut penggunaan atribut partai dapat dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan pengaruh politik sekaligus membangun kedekatan dengan identitas baru PSI.
Meski demikian, para pengamat menilai makna politik dari simbol tersebut tetap bergantung pada langkah konkret yang akan diambil Jokowi maupun PSI setelah kongres. Selama belum ada pernyataan resmi mengenai posisi politik Jokowi di partai tersebut, penggunaan atribut PSI masih dapat dipahami sebagai simbol komunikasi politik yang terbuka untuk berbagai interpretasi.
Sebelumnya, Jokowi hadir dalam Kongres PSI dan tampil mengenakan jaket berwarna hitam dengan logo PSI di bagian dada. Penampilannya langsung menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai hubungan politik antara Jokowi dan partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.
Kongres PSI sendiri menjadi momentum konsolidasi internal partai sekaligus penyusunan strategi menghadapi agenda politik nasional mendatang. Kehadiran Jokowi dinilai semakin meningkatkan perhatian publik terhadap arah politik PSI ke depan. (Sumber: Fristin Intan L./Kompas.com)
Editor: Faizah






