Expresi.co – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, berharap pergantian pemimpin di lingkungan Dinas Kesehatan mampu mempercepat sejumlah program tertunda, utamanya penyelesaian perizinan Rumah Sakit Tipe D yang pembangunannya sudah lama selesai.
Menurutnya, hadirnya kepala dinas yang baru seharusnya menjadi titik balik guna mengatasi beragam kendala teknis yang selama ini menjadi penghambat agar bangunan tersebut resmi beroperasi.
“Harapan saya sederhana saja. Dengan adanya pemimpin baru, semua rencana kerja dan urusan di Dinas Kesehatan bisa terlaksana dengan baik dan tuntas,” ujarnya saat ditemui, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan pergantian pejabat tidak boleh malah memperlambat urusan administrasi dan perizinan hingga berlanjut ke tahun mendatang. Sebab, akses pelayanan kesehatan adalah kebutuhan mendasar warga yang tak bisa ditunda lagi.
“Jangan sampai sudah ada pemimpin baru pun urusannya belum selesai, bahkan tahun depan masih mengurus hal yang sama. Itu tantangan berat bagi pejabat baru; harus bertindak cepat menyelesaikannya,” tegas politisi dari Partai Gerindra ini.
Berbagai kendala teknis dinilai harus segera dibereskan agar fasilitas yang letaknya sangat strategis di tengah kota ini bisa segera dimanfaatkan warga. Selain itu, Heri juga mengkhawatirkan kondisi fisik bangunan yang berisiko rusak jika dibiarkan kosong terlalu lama.
“Intinya kuncinya penyelesaian masalah perizinan itu. Ini menyangkut kepentingan kesehatan masyarakat luas. Gedungnya sudah jadi, tinggal menunggu izin beroperasi saja. Kalau terlalu lama tidak dipakai, sayang sekali, bangunannya bisa rusak perlahan—misalnya keramik terlepas atau struktur lain terganggu,” ungkapnya.
Lebih jauh, beroperasinya rumah sakit ini bukan hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, melainkan juga membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan di daerah.
“Nanti akan terbuka kesempatan kerja bagi tenaga medis dan penunjangnya. Secara tidak langsung ini menambah lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Manfaatnya sangat besar jika segera diwujudkan,” pungkas Heri. (Adv)






