Jika Jam Malam Diterapkan, PAD Bontang Kena Imbasnya

Headline, Pariwara129 Views

PARADASE.id – Rencana Pemerintah Kota Bontang yang akan menerapkan jam malam disebut akan menyebabkan konsekuensi pada lesunya sejumlah sektor UKM.  Sejumlah pelaku utama yang terdampak di malam hari seperti restoran dan kafe.

Meruginya para pelaku usaha  tersebut pastinya berimbas pada Pendapatan Asli Dearah (PAD) yang berasal dari pungutan pajak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang Sigit Alpian menjelaskan, seharusnya pemerintah daerah saat ini tidak perlu menerapkan jam  malam. Hal itu  dikarenakan  intruksi pemerintah pusat untuk menerapkan new normal dianggap bisa mengatasi permasalahan pandemi Covid-19  dan membangkitkan perekonomian di Bontang.

Terlebih Pemerintah Kota Bontang telah mengalami pengurangan anggaran sebanyak Rp 400 miliar pada triwulan pertama dan kedua.

Pada triwulan ketiga, muncul intruksi untuk melakukan new normal. Pemberlakuan new normal tersebut dianggap menjadi  titik awal kebangkitan perekonomian.

“Harusnya new normal saja, dengan hidup  menerapkan protokol kesehatan seperti  jaga  jarak, rajin cuci tangan, serta memakai masker. Kalau diberlakukan jam malam pasti berimbas ke perekonomian kita,” ujar Sigit Alpian  saat  ditemui di kantornya, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Bontang Baru, Bontang Utara, Rabu (07/10/2020) siang.

Meskipun begitu, Sigit  menyatakan mendukung pembatasan jam malam tersebut, meskipun sangat berpengaruh pada PAD Bontang. Dia menghormati keputusan Pemerintah  Kota Bontang  di bawah kepemimpinan Pjs Wali Kota Riza Indra Riadi.

“Sebagai Kepala Bapenda saya hormati keputasan itu. Berbeda pendapat itu  hal yang biasa menurut saya,” pungkasnya. (Adv)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *