Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

Ismail Merasa Prihatin terhadap Isu dan Kondisi yang Dihadapi oleh Nelayan di Kutai Timur

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
November 16, 2023
in DPRD PROV. KALTIM, Headline, Pariwara
0
Ismail Merasa Prihatin terhadap Isu dan Kondisi yang Dihadapi oleh Nelayan di Kutai Timur

PARADASE.ID – Ismail ST, seorang anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menyampaikan keprihatinannya terhadap nelayan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang masih belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) khusus yang beroperasi hingga saat ini.

Masalah tersebut pun akhirnya membuat para nelayan sangan kesusahan untuk memperoleh bahan bakar minyak untuk melaut.

“Persoalan di Kutim saat ini bukan kemiskinan saja tapi sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) khusus nelayan,” Kata Ismail. Kamis (16/11/2023).

Hal itupun disayangkan oleh Ismail sebab sampai hari ini belum ada SPBU khusus nelayan yang produktif padahal Kutim mempunyai sungai yang panjang.

Selain itu ia mengungkapkan banyak spot-spot tangkap ikan yang sebelumya digunakan nelayan di Kutim, tapi tidak bisa digunakan lagi.

“Ya karena sudah bersentuhan langsung dengan aktifitas perusahaan, seperti perusahaan pertambangan baru bara dan semen di Kecamatan Kaliorang,” tegasnya.

Melihat persoalan tersebut, ia menekankan agar setiap perusahaan mau mengeluarkan CSR-nya untuk membantu nelayan yang terdampak.

Ia pun meminta agar pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi untuk memberikan perhatian serius kepada nelayan.

“Ya solusinya dengan menghadirkan 2-3 SPBU khusus nelayan yang produktif di Kutim,” tutupnya. (adv/dprdkaltim)

Tags: dprdkaltimheadlinepariwara
Previous Post

Jahidin Berkomitmen Mendorong Pemilu yang Aman dan Diikuti dengan Partisipasi di Benua Etam

Next Post

Komisi I DPRD Kalimantan Timur Mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk Menindaklanjuti Isu Ganti Rugi Lahan PT Berau Coal dengan Kelompok Tani

Next Post
Komisi I DPRD Kalimantan Timur Mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk Menindaklanjuti Isu Ganti Rugi Lahan PT Berau Coal dengan Kelompok Tani

Komisi I DPRD Kalimantan Timur Mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk Menindaklanjuti Isu Ganti Rugi Lahan PT Berau Coal dengan Kelompok Tani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved