Paradase.id – DPRD Kota Bontang mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk segera merealisasikan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sendiri di wilayahnya. Desakan ini muncul menyusul kondisi Lapas Kelas IIA Bontang yang sudah tidak lagi mampu menampung jumlah warga binaan yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengungkapkan bahwa kapasitas ideal Lapas Kelas IIA Bontang sebenarnya jauh di bawah angka 1.000 orang. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah penghuni saat ini telah mendekati 2.000 orang, atau hampir dua kali lipat dari kapasitas yang seharusnya.
“Sebagian besar penghuni bukan hanya dari Bontang, banyak juga dari Kutim dan daerah sekitar. Kalau Kutim punya lapas sendiri, pembinaan bisa lebih fokus dan beban di Bontang berkurang,” ujar Rustam.
Ia menjelaskan, kondisi overkapasitas yang terjadi saat ini berdampak langsung pada berbagai aspek, mulai dari menurunnya kualitas pembinaan terhadap warga binaan, keterbatasan fasilitas yang tersedia, hingga bertambahnya beban kerja bagi para petugas lapas yang harus mengawasi jumlah penghuni jauh melampaui kapasitas normal.
Rustam juga menyoroti dampak sosial yang dirasakan langsung oleh keluarga warga binaan asal Kutim. Menurutnya, jarak yang cukup jauh antara Kutim dan Bontang membuat keluarga kesulitan untuk rutin menjenguk anggota keluarganya yang tengah menjalani masa pembinaan, sehingga berpotensi mengurangi dukungan moral yang seharusnya diterima warga binaan selama masa hukuman.
Ia menilai, pembangunan lapas di wilayah Kutim sendiri akan memberikan sejumlah manfaat sekaligus. Selain mengurangi beban kapasitas di Lapas Bontang, keberadaan lapas yang lebih dekat dengan daerah asal warga binaan juga akan memudahkan proses pembinaan yang lebih personal, serta mempermudah akses kunjungan keluarga.
DPRD Bontang berharap, Pemkab Kutim dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan guna mematangkan rencana pembangunan lapas tersebut. Menurut Rustam, pembangunan lapas di daerah asal warga binaan merupakan solusi jangka panjang yang tepat untuk mewujudkan pemerataan layanan pemasyarakatan di seluruh wilayah Kalimantan Timur, tidak hanya bertumpu pada satu lapas di Bontang semata. (adv)
