Paradase.id – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses penyusunan hingga pelaksanaan APBD 2027, agar anggaran yang diproyeksikan mengalami penurunan tetap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Andi menjelaskan, saat ini pembahasan masih berada pada tahap penyusunan kerangka perencanaan, sehingga belum sampai pada penetapan rincian program maupun kegiatan secara spesifik.
“Hari ini kita masih menyusun kerangka kerja melalui RKPD. Setelah besaran APBD benar-benar diketahui, baru ditetapkan program-program prioritas yang akan dijalankan,” ujarnya.
Ia menekankan, setiap program yang nantinya masuk dalam APBD harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tepat manfaat, mengingat kemampuan fiskal daerah diperkirakan semakin terbatas ke depan.
“Kalau APBD nanti sekitar Rp1,6 triliun, jangan sampai anggaran yang sudah sedikit justru tidak berjalan maksimal. Program prioritas harus benar-benar terlaksana dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya, Rabu (5/8/2026).
Andi turut menanggapi perubahan skema Bantuan Keuangan (Bankeu) dari pemerintah provinsi yang kini beralih menjadi belanja langsung. Menurutnya, perubahan ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menyusun skala prioritas pendanaan.
Ia menjelaskan, program-program yang tidak dapat dibiayai melalui skema Bankeu nantinya dapat dibahas bersama DPRD untuk dialokasikan melalui APBD Kota Bontang. Sementara itu, kegiatan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi harus diusulkan melalui skema belanja langsung provinsi.
“Intinya bagaimana kita lebih bijak mengelola APBD dan menentukan mana program yang dibiayai APBN, APBD provinsi, maupun APBD kota sehingga seluruh kebutuhan pembangunan tetap bisa berjalan,” tutupnya. (Adv)
