Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

APBN 2024 Telah Ditetapkan, Kemenkeu Dorong Transformasi Ekonomi Inklusif dan Sustainable

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
December 7, 2023
in Headline, Lintas
0
APBN 2024 Telah Ditetapkan, Kemenkeu Dorong Transformasi Ekonomi Inklusif dan Sustainable

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti (Foto: Liputan6/Dwi Aditya Putra)

Paradase.id – APBN Tahun Anggaran 2024 telah disahkan malalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2023 pada 16 Oktober yang lalu. Dalam UU tersebut pemerintah menargetkan pendapatan negara yang diperkirakan mencapai Rp 2.802,29 triliun.

Dalam UU tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan belanja negara yang dianggarkan sebesar Rp 3.325,12 triliun dengan angka defisit sebesar Rp 522,83 triliun atau sekitar 2,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dalam hal belanja negara, alokasi anggaran terbaagi antara belanja pemerintah pusat dengan dana sebesar Rp 2.467,53 triliun dan transfer ke daerah (TKD) dengan alokasi anggaran sekitar Rp 857,59 triliun,” tulis rilis Kemenkeu, Rabu (9/12).

Anggaran tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung tema kebijakan fiskal APBN 2024 yaitu Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Sehingga, kebijakan belanja pemerintah diarahkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi, penguatan kualitas belanja, menggalakkan subsidi yang ditargetkan secara akurat, serta mendorong pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan pekerjaan.

APBN 2024 difokuskan pada beberapa tema, seperti pendidikan untuk meningkatkan SDM, kesehatan untuk menurunkan stunting dan transformasi sistem kesehatan, perlindungan sosial untuk penurunan angka kemiskinan, subsidi untk menjaga stabilitas harga dan menjaga daya beli serta mendukung UMKM, infrastruktur untuk pemerataan pembangunan, ketahanan pangan untuk meningkatkan ketersediaan, serta hukum dan HAM untuk pengamanan pemilu dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Saat ini, APBN 2024 dihadapkan pada sejumlah tantangan yang muncul akibat ketidakpastian global. Sejumlah masalah ini, mencakup kelanjutan krisis geopolitik dan tren perlambatan pertumbuhan ekonommi dunia yang berdampak pada penurunan permintaan global, termasuk pada produk-produk dalam negeri.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu RI Astera Primanto Bhakti berpendapat bahwa APBN 2024 harus mampu menjalankan peran shock absorber untuk menahan efek guncangan ekonomi global serta menjadi penopang pertumbuhan ekonomi domestik. Oleh sebab itu, peran aktif seluruh stakeholder sangat diperlukan untuk meningkatkan akselerasi dan kualitas pelaksanaan anggaran.

“Di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global yang tidak stabil maka diperlukan kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder untuk mewujudkan anggaran belanja yang berkualitas (spending better) sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Astera.

Astera menilai penambahan belanja pemerintah secara langsung akan berdampak pada bertambahnya output ekonomi Indonesia. Namun, lebih penting dari peran langsung tersebut adalah efek multiplier dari belanja pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian.

Dalam konteks tersebut, akselerasi belanja pemerintah menjadi penting agar manfaat APBN dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat. Untuk itu, akselerasi belanja negara harus dilakukan sejak awal tahun anggaran dan pencapaian output sesuai dengan target yang ditetapkan serta harus dikawal melalui beberapa strategi.

Strategi yang di maksud oleh pemerintah untuk meningkatkan akselerasi belanja APBN 2024, antara lain meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan yang diikuti dengan disiplin dalam melaksanakan rencana tersebut. Mempercepat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, dan memastikan akurasi data penerimaan bantuan sosial serta akselerasi penyaluran belanja bantuan sosial kepada masyarakat yang berhak.

Kementerian keuangan sendiri selalu mendorong serta melakukan pemantauan dan evaluasi. Astera menyebut, minimal sekali dalam setiap triwulan dilakukan pertemuan one-on-one dengan setiap Kementerian Negara/Lembaga untuk mengidentifikasi kendala, menemukan solusi, serta merumuskan tindak lanjut atas permasalahan dalam pelaksanaan APBN.

Astera menambahkan, upaya akselerasi dan peningkatan kualitas belanja juga dilakukan melalui simplikasi berbagai proses bisnis pengelolaan keuangan.

“Upaya modernisasi dan digitalisasi ini ke depan akan terus ditingkatkan dengan menciptakan ekosistem pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan keuangan dan kinerja yang terpadu,” ucapnya.

APBN akan terus bekerja keras pada tahun 2024 untuk menghadapu tantangan dinamika ekonomi. APBN juga harus dapat menjadi instrumen transformasi ekonomi yang inklusif dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor: Farhan

Tags: apbn 2024headlinekemenkeu rilintas
Previous Post

Kepala DPTPHP Dyah Ratnaningrum Optimis Kutim Jadi Daerah Penopang Kebutuhan Ternak

Next Post

Ketua DPRD Kota Bontang dukung MUI Haramkan Produk Pro Israel

Next Post
Ketua DPRD Kota Bontang dukung MUI Haramkan Produk Pro Israel

Ketua DPRD Kota Bontang dukung MUI Haramkan Produk Pro Israel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

cuaca 898100156

cuaca 898100157

cuaca 898100158

cuaca 898100159

cuaca 898100160

cuaca 898100161

cuaca 898100162

cuaca 898100163

cuaca 898100164

cuaca 898100165

cuaca 898100166

cuaca 898100167

cuaca 898100168

cuaca 898100169

cuaca 898100170

cuaca 898100171

cuaca 898100172

cuaca 898100173

cuaca 898100174

cuaca 898100175

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 710000161

article 710000162

article 710000163

article 710000164

article 710000165

article 710000166

article 710000167

article 710000168

article 710000169

article 710000170

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

article 710000181

article 710000182

article 710000183

article 710000184

article 710000185

article 710000186

article 710000187

article 710000188

article 710000189

article 710000190

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

psda 438000081

psda 438000082

psda 438000083

psda 438000084

psda 438000085

psda 438000086

psda 438000087

psda 438000088

psda 438000089

psda 438000090

psda 438000091

psda 438000092

psda 438000093

psda 438000094

psda 438000095

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

news-1701