Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

Kemenko Infrastruktur Dorong Percepatan Kereta Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
April 23, 2026
in Headline, Lintas
0
Kemenko Infrastruktur Dorong Percepatan Kereta Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

Kemenko Infra Dorong Percepatan Pengembangan Kereta Api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Paradase.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) mendorong percepatan pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Langkah ini dinilai strategis untuk menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan wilayah, serta memperkuat konektivitas nasional.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4).

Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka program prioritas nasional di sektor infrastruktur dan konektivitas. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah,” ujar AHY.

AHY juga menyoroti ketimpangan pengembangan transportasi berbasis rel yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan konektivitas di wilayah lain, sehingga diperlukan langkah percepatan yang terencana dan kolaboratif lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Selain itu, kontribusi kereta api terhadap mobilitas nasional dinilai masih rendah. Saat ini, angkutan penumpang kereta api baru mencapai sekitar 4 persen, sementara angkutan logistik hanya sekitar 1 persen. Padahal, moda transportasi berbasis rel memiliki keunggulan dari sisi efisiensi biaya, kapasitas angkut, serta emisi karbon yang relatif rendah.

Dalam pengembangannya, setiap wilayah memiliki tantangan berbeda. Di Sumatera, pemerintah akan fokus pada penguatan jaringan yang sudah ada serta pembangunan jalur baru. Sementara itu, Kalimantan menjadi wilayah yang membutuhkan pembangunan dari nol karena hingga kini belum memiliki jaringan rel aktif. Adapun di Sulawesi, pengembangan diarahkan pada integrasi jalur kereta dengan kawasan industri dan pusat komoditas unggulan.

Untuk mendukung proyek tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan dan reaktivasi jaringan kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer dalam jangka panjang. Estimasi kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

AHY menekankan bahwa pembiayaan proyek tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, pemerintah mendorong skema pembiayaan kreatif, termasuk kerja sama dengan sektor swasta serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Selain aspek pendanaan, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan peran dalam pengembangan transportasi publik, termasuk melalui alokasi anggaran yang lebih proporsional. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas sistem transportasi di daerah.

Pengembangan jaringan kereta api lintas pulau ini juga diharapkan terintegrasi dengan tata ruang dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem transportasi nasional yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Percepatan pembangunan kereta api di luar Jawa diharapkan menjadi salah satu pendorong utama pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di masa depan. (*)

Editor: Faizah

Tags: kemenko infrakereta apilintas
Previous Post

Pemkot Bontang Luncurkan Aplikasi Pondok Pasilan, Permudah Layanan Adminduk Secara Digital

Next Post

Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Jadi Dirut

Next Post
Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Jadi Dirut

Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Jadi Dirut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000142

article 710000143

article 710000144

article 710000145

article 710000146

article 710000147

article 710000148

article 710000149

article 710000150

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990066

article 999990067

article 999990068

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

news-1701