PARADASE.id – Komisi III DPRD Bontang berencana menggelar pertemuan bersama Dinas Perhubungan dan sejumlah perusahaan yang berada di wilayah Bontang Lestari. Pertemuan itu untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan Jalan Soekarno Hatta.
“Kami akan panggil perusahaan terkait. Mereka harus proaktif untuk bertanggungjawab atas kerusakan jalan di Bontang Lestari,” ujar Anggota Komisi III Faisal saat di konfirmasi, Rabu (08/09/2021) siang.
Faisal beranggapan, kerusakan jalan salah satunya diakibatkan lalu-lalang kendaran perusahaan yang bobotnya tak sesuai dengan kapasitas jalan. Terlebih, dia menilai kurangnya pengawasan dari Dishub terhadap kendaraan dengan bobot berlebihan yang bebas melintas di jalanan Bontang Lestari.
“Kendaraan besar dengan bebasnya berlalu-lalang di jalan karena kurangnya pengawasan. Makanya kami akan panggil Dishub juga untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Umum Dishub Bontang Welly Sakius, menampik tuduhan dari pihak Komisi III DPRD Bontang. Dia mengaku telah melakukan razia terhadap kendaraan perusahaan yang beroperasi di Bontang Lestari.
Namun, dari hasil razia tersebut tidak ditemukan pelanggaran. Seperti bobot kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.
“Kami rutin lakukan pengawasan. Hasilnya, kami temukan bahwa kendaraan perusahaan tidak melebihi kapasitas jalan seperti yang ditentukan,” ujarnya
Welly menjelaskan kerusakan jalan karena kondisi tanah yang menjadi dasar aspal memang lembek. Sehingga membuat jalan menjadi mudah rusak dan berlubang.
“Kondisi tanah permukaan aspal memang lembek, jadi gampang rusak. Kalau disebabkan karena bobot kendaraan, harusnya jalan masuk Bontang Lestari rusak juga. Sedangkan ini tidak ,” pungkasnya. (Adv)
