KNPI Bontang Gelar Kelas Politik untuk Pemuda, Hadirkan Ketua Komisi C Sebagai Narasumber

Paradase.id – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bontang Utara bersama Bontang Barat menyelenggarakan agenda edukasi politik bagi generasi muda di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Graha Pemuda. Mengangkat tajuk “Membentuk Pemuda Melek Politik dan Membangun Daerah dengan Solusi,” kegiatan ini ditujukan untuk membekali kaum muda dengan pemahaman mendalam mengenai dinamika tata kelola pemerintahan.

Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, membawakan materi bertema “Pengaruh Politik terhadap Pembangunan Daerah.” Di hadapan para peserta, Alfin memaparkan betapa krusialnya literasi politik dalam mengawal setiap kebijakan publik dan arah pembangunan daerah.

Ia menguraikan bahwa setiap kebijakan strategis serta pengalokasian APBD tidak terlepas dari proses dan diskursus politik yang panjang di parlemen.

“Proses anggaran itu tidak sesederhana kita membeli kacang di pasar. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari perencanaan, pembahasan, penetapan, hingga pelaksanaan,” terang Alfin.

Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa aktivitas politik memiliki dua sisi mata uang. Politik dapat menjadi mesin penggerak kemajuan jika diorientasikan penuh pada kesejahteraan masyarakat, namun sebaliknya bisa menjadi penghambat utama pembangunan apabila hanya ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu.

“Politik bisa menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan ketika kepentingan masyarakat menjadi tujuan bersama,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Alfin mendesak pemuda Kota Taman untuk mengubah pola pikir dari sekadar penikmat hasil pembangunan menjadi aktor aktif yang memberikan kontribusi gagasan serta solusi atas berbagai persoalan daerah.

“Pemuda jangan hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan,” tegas Alfin.

Ia memungkas dengan mengingatkan bahwa kesiapan pemuda dalam memahami mekanismik anggaran dan regulasi pemerintahan saat ini akan menentukan kualitas kepemimpinan Kota Bontang di masa mendatang.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin Bontang di masa depan. Mulai sekarang harus belajar memahami pemerintahan, anggaran, dan persoalan masyarakat agar bisa mengambil peran dalam pembangunan,” pungkasnya. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *