Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

DPRD Minta Pemkot Menyikapi Usulan Warga Soal Bantuan Efek Covid-19

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
April 7, 2020
in Headline, Pariwara
0
DPRD Minta Pemkot Menyikapi Usulan Warga Soal Bantuan Efek Covid-19

PARADASE.ID. Menurunnya daya ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berupaya  memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Kebijakan dengan menggelontorkan anggaran yang dikabarkan senilai 50 M, akan diperuntukkan sebagai bantuan stimulan bagi warga berdampak dan bantuan alat kesehatan pada tenaga medis yang menangani wabah tersebut, hal ini  mendapat tanggapan dari salah seorang anggota DPRD dari Partai Gerindra.

“Banyak warga yang menyampaikan kepada saya, khususnya yang terdaftar sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima bantuan raskin,” ujar Amir Tosina saat dijumpai disela-sela work at home (bekerja di rumah), Selasa (07/04).

“Mereka juga meminta supaya mendapatkan kebijakan bantuan Pemkot yang informasinya diberikan untuk satu Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 500.000,” lanjutnya.

Ketua Komisi III itu mengungkapkan alasan mengapa keluarga miskin yang selama ini terdaftar sebagai penerima bantuan Pemerintah, harus juga mendapatkan stimulan kebijakan bantuan dampak wabah corona.

“Masyarakat miskin tentu juga ikut terdampak, selama ini dia dibantukan dengan bantuan Pemerintah walaupun tidak ada dampak wabah seperti sekarang ini, apalagi dengan adanya wabah ini tentu lebih berdampak lagi,” terangnya.

Kebijakan memberikan bantuan kepada masyarakat yang dianggap berdampak dengan adanya wabah ini, memang disampaikan oleh Walikota Bontang Neni Moerniaeni, sebagai akibat dari himbauan  social distancing (pembatasan sosial) seperti bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19, yang dalam kebijakan tersebut tidak mengakomodir bagi keluarga yang terdata sebagai penerima Raskin dan penerima PKH.

Pro-kontra terkait kebijakan yang timbul ditengah masyarakat Bontang, Amir Tosina mengharapkan agar Pemkot Bontang bisa menyikapi usulan masyarakat Bontang.

“Beberapa keluhan masyarakat miskin yang disampaikan kepada kami, ini masuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri, belum lagi pendaftaran anak sekolah, tentu ini harus menjadi pemikiran kita atas keluhan masyarakat Bontang,” tutupnya. (Adv)

 

 

Tags: bontangheadlinepariwarasekwan DPRD kota Bontang
Previous Post

Ketua RT Dikumpulkan Bahas Kriteria Penyaluran Bantuan Dampak Corona

Next Post

Dinyatakan Sembuh, Pasien KTM-2 Disambut Bupati Kutim

Next Post
Dinyatakan Sembuh, Pasien KTM-2 Disambut Bupati Kutim

Dinyatakan Sembuh, Pasien KTM-2 Disambut Bupati Kutim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved