Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

Bontang Krisis Air Bersih 2026, Komisi III DPRD Bontang Sebut Dua Opsi Pencegahan

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
March 31, 2021
in Headline, Pariwara
0
Bontang Krisis Air Bersih 2026, Komisi III DPRD Bontang Sebut Dua Opsi Pencegahan

PARADASE.id – Kota Bontang diprediksi mengalami krisis air bersih pada tahun 2026. Sejumlah kebijakan untuk mencegah keadaan tersebut terus digodok pemerintah daerah.

Anggota Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik mengatakan, paling tidak saat ini terdapat pilihan yang dapat diambil pemerintah. Pertama, pemanfaatan bekas lubang tambang PT Indominco Mandiri (IMM) sebagai sumber air bersih.

“Hasil kunjungan Komisi III bersama Dinas PUPR dan Bapelitbang Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu ke lokasi bekas lubang tambang itu bisa menjadi salahsatu opsi,” ujar Abdul Malik, Selasa (30/3/2021) siang.

Ia mengungkapkan, Bapelitbang Kaltim bakal kembali meninjau lokasi tersebut guna meneliti seberapa besar potensi cadangan air serta faktor pendukung serta syarat lainnya.

Pilihan kedua, kata dia, mengandalkan Waduk Marangkayu sebagai sumber air bersih yang akan memenuhi kebutuhan Kota Bontang. Saat ini, perencanaan kebijakan itu masih berkutat di pembebasan lahan yang akan menjadi jalur pipa air menuju Bontang.

“Paling tidak dua opsi itu yang sementara jadi pilihan terbaik,” ujarnya.

Disinggung mengenai pemanfaatan Waduk Suka Rahmat, Abdul Malik menjelaskan bahwa lokasi tersebut bukan untuk pemanfaatan sumber cadangan air. Melainkan, untuk penanganan banjir di Bontang.

“Kami juga sempat tanyakan soal Waduk Suka Rahmat untuk persediaan air. Tapi waduk itu difokuskan untuk penanganan banjir,” pungkasnya. (Adv)

Tags: bontangheadlinepariwarasekwan DPRD kota Bontang
Previous Post

Komisi III Desak Penanganan Cepat Ancaman Banjir di Kelurahan Api-Api

Next Post

Ekonomi Bontang Merosot 2 Persen, Perlu Inovasi Tarik Investasi di Sektor Hilir

Next Post
Ekonomi Bontang Merosot 2 Persen, Perlu Inovasi Tarik Investasi di Sektor Hilir

Ekonomi Bontang Merosot 2 Persen, Perlu Inovasi Tarik Investasi di Sektor Hilir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved