Paradase.id – Kondisi pengelolaan dan penataan kawasan wisata Bontang Kuala kini menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bontang. Sejumlah aspek mulai dari tata letak area parkir, pengendalian sampah, hingga pemasangan tiang dan kabel utilitas dinilai perlu diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan bagi warga maupun pengunjung yang datang.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyatakan bahwa penyelesaian berbagai kendala teknis di lokasi ini membutuhkan kerja sama erat antara Pemerintah Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala.
Menurutnya, keberadaan lembaga adat sangat penting karena menjadi mata dan telinga di lapangan. Mereka dapat menyampaikan secara langsung kondisi nyata serta masalah yang ditemukan kepada instansi berwenang, sehingga penanganan yang dilakukan lebih tepat sasaran.
“Pihak lembaga adat bisa melaporkan apa saja yang terjadi di lapangan langsung ke OPD yang bersangkutan. Dengan begitu, solusi yang diberikan akan lebih sesuai dengan kebutuhan di lokasi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Gabungan DPRD, Selasa (2/6/2026).
Salah satu poin utama yang dibahas adalah sistem pengaturan parkir. Heri menilai penempatan kendaraan selama ini belum tertata rapi, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kelancaran akses pengunjung. Ia menekankan bahwa tugas petugas parkir tidak hanya mengumpulkan retribusi, tetapi juga mengatur letak kendaraan agar kawasan terlihat bersih dan teratur.
“Jika parkirannya tertib dan rapi, secara otomatis suasana di Bontang Kuala akan terasa lebih nyaman bagi siapa saja yang berkunjung,” jelasnya.
Selain itu, keberadaan tiang listrik dan kabel utilitas yang terpasang di sepanjang wilayah pesisir juga menjadi perhatian. Kondisi ini dinilai perlu ditinjau agar tidak menimbulkan risiko atau gangguan keamanan dan keindahan kawasan di masa mendatang.
Heri mengajak lembaga adat untuk terus berperan aktif menyampaikan masukan dan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dan penataan kawasan.
Ia juga menyarankan agar setiap kendala atau usulan yang muncul terlebih dahulu dibahas bersama OPD yang memiliki kewenangan. Namun jika belum mendapatkan tanggapan atau penyelesaian, pihaknya siap menjadi mitra untuk mengawal agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Apabila ada aspirasi atau kendala yang belum terselesaikan, silakan sampaikan ke kami. DPRD siap mendampingi dan mengawal hingga ditemukan solusi terbaiknya,” pungkasnya. (Adv)
