Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

Ismunandar Jadi Narsum Dialog – “Menyiapkan Desa Sebagai Lumbung Pangan Indonesia”

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
May 23, 2020
in Headline, Pariwara
0
Ismunandar Jadi Narsum Dialog – “Menyiapkan Desa Sebagai Lumbung Pangan Indonesia”

PARADASE.id – Di tengah pandemi COVID-19 yang membuat aktivitas terbatas, bukan berarti menghilangkan produktivitas. Melalui bebagai macam media, kita masih bisa memberikan ide gagasan, inovasi serta pengalaman untuk kemajuan. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar.

Kamis (21/05), sejak pukul 13.30 – 16.30 WITA, dari ruang rapat Dinas Kominfo dan Perstik Kutim, orang nomor satu di Kutim tersebut didaulat menjadi narasumber pada diskusi dan dialog bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal Dr Anwar Sanusi.

Pada kegiatan bertajuk “Menyiapkan Desa Sebagai Lumbung Pangan Indonesia” ini juga ada narasumber lainnya yakni Bupati Berau H Muharam.

Diskusi virtual ini di moderatori CEO Linimasa.com Ahmad Syahir dan turut diikuti beberapa media melalui live streaming at zoom nasional maupun lokal.

Dalam kesempatan ini, Ismu berbagi pengalaman selama memimpin Kabupaten Kutim. Utamanya dalam menyiapkan desa-desa sebagai lumbung pangan. Ismu mengakui saat dirinya diberi amanah membangun Kutim, ia wujudkan melalui visi “Terwujudnya Kemandirian Kabupaten Kutai Timur Melalui Pembangunan Agribisnis dan Agroindustri.

Mengawali paparan, Ismu menyampaikan gambaran umum Kabupaten Kutim terlebih dahulu. Kabupaten Kutim, kata Ismu, memiliki luas wilayah35.747,62 kilometer persegi. Jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat, Kutim lebih luas.

“Dari luasan itu, desa-desa yang ada tersebar di Kutim. Dari kabupaten ke kecamatan dan desa-desa harus menempuh jarak yang cukup jauh. Ini yang menjadi tantangan dalam mewujudkan desa sebagai lumbung pangan. Kami belum berani mengatakan lumbung pangan nasional, karena dari sisi produksi belum mencukupi, sebab Kutim masih defisit 30-40 ton per tahun,” tutur Ismu.

Seperti diketahui, disektor pertambangan Kutim dikenal penghasil batu bara terbesar. Sekitar 70 juta metrik ton pertahun emas hitam dikeruk dari perut kabupaten.

“Tuah bumi untung benua”.

Selain sektor pertambangan, Kutim juga dikenal dengan daerah perkebun kelapa sawit dengan area cukup besar. Lebih dari 400 ribu hektare lahan dikembangkan pengusaha perkebunan. Dengan keadaan ini, tentunya menjadi tantangan bagi Pemkab Kutim untuk bagaimana menjadikan desa-desa di Kutim sebagai lumbung pangan.

“Saya berpikir walaupun uang ada, batu bara ada, sawit ada, jika terjadi kekurangan pangan, kita bisa makan apa?. Siapa tahu nantinya daerah-daerah yang biasanya diandalkan untuk mengimpor bahan pangan ke Kutim, seperti Jawa dan Sulawesi kemampuan hanya untuk kebutuhan daerahnya saja.” ujar Ismu.

Maka dari itu mau tidak mau, pemerintah harus menjadi alternatif lain. Agar Kutim setidaknya bisa menyadiakan cadangan pangannya sendiri. Lantas, Pemkab Kutim melakukan berbagai upaya untuk mempertahan hasil pertanian. Pertama dengan mengamankan lahan pangan berkelanjutan dalam RTRW Kabupaten. Ismu mengakui, semenjak awal memimpin Kutim, masih banyak ditemukan lahan pangan yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit. Kemudian menjadi tantangan ialah  penyiapan sebagai lumbung pangan.

Kedua, bagaimana meningkatkan hasil ini dengan keterbatasan jumlah petani? Yakni dengan melakukan mekaniksasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian serta tanaman pangan lainnya. Inilah yang menjadi fokus dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Kutim.

“Serta bagaimana melakukan pelatihan bagi petani dan menyiapkan alat-alat pertanian secara mekanisasi,” terang Ismu yang mengenakan batik bercorak Waka Roros khas Kutim.

Dari beberapa tantangan tadi, kata Ismu, secara kebijakan ada Peraturan Daerah (Perda) perlindungan lahan pertanian dan pangan. Perda ini untuk mempertahankan areal-areal potensi lahan pertanian serta mengambil lahan yang telah beralih fungsi untuk dikembalikan ke pemanfaatan semula. Daya dukung juga diberikan kepada para petani sejak 2018. Lebih jauh, Ismu menjelaskan, dulu banyak bantuan alat pertanian kepada desa-desa. Namun apabila terjadi kerusakan tidak dipelihara lagi.

“Untuk itulah kita membentuk yang namanya Brigade Alsintan, yang mengolah pemanfaatan peralatan mesin pertanian, dengan sistem pinjaman kepada petani,” tuturnya.

Masih dalam paparannya, Ismu mengatakan ditingkat Kecamatan usaha layanan alsintan merupakan lembaga ekonomi tingkat kecamatan dan perdesaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa. Bertujuan sebagai optimalisasi penggunaan alat.

“Agar alat terpelihara, kita membentuk Usaha Layanan Jasa Alsintan (UPJA). Adapun UPJA yang berjalan diantaranya UPJA Yakuza di Kecamatan Bengalon, UPJA Agro Mandiri di Kecamatan Teluk Pandan, UPJA Insan Cendekia Kecamatan Kongbeng, UPJA Pemuda Karya di Kecamatan Sangatta Selatan dan UPJA Insa Cita di Kecamatan Kaubun, ” ungkap Ismu.

Dengan upaya – upaya itulah, menurut Ismu Kutim dapat meningkatkan produksi hasil pertanian dan pangan di desa-desa. Disamping itu, dalam meningkat hasil pertanian, selain peran Pemerintah dan masyarakat juga ada stakeholder mendukung melalui CSR (corprorate social responsibility)-nya. Dengan membentuk forum-forum stakeholder, baik di tingkat kabupaten maupun di kecamatan.

Dari situasi Pandemi COVID-19 ini, Ismu mempertimbangkan beberapa hal. Diantaranya melihat daerah-daerah impor pangan (Jawa, Sulawesi) sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan apabila pandemi COVID-19 berkepanjangan, kemungkinan bisa saja terjadi kekurangan cadangan pangan.

“Untuk itulah pada tanggal 29 April 2020 Pemkab Kutim telah mencanangkan, untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong, lahan pekarangan untuk ditanami tanaman pangan. Serta diikuti 18 kecamatan dan desa-desanya. Usaha ini untuk menjaga siapa tahu COVID-19 berkepanjangan, kita perlu antisipasi untuk cadangan pangan,” terang Ismu.

Program khusus penanganan dampak COVID-19 untuk penyediaan bahan pangan Kabupaten Kutim, salah satunya dengan memaksimalkan produksi pertanian padi sawah dan padi gunung. Dengan beberapa dukungan antara lain memaksimalkan pengolahan atau penggarapan lahan padi sawah dan gunung.

Memaksimalkan seluruh alsintan, baik yang dikeloa Brigade Alsintan, UPJA, Gapoktan/Poktan. Bantuan benih, pupuk dan obat-obatan, hingga menjaga ketersediaan air irigasi pertanian dan menampung hasil panen petani. (Adv)

Tags: bontangheadlinepariwarasekwan DPRD kota Bontang
Previous Post

Pekerja Yang Mengundurkan Diri tidak Terima Pesangon Tapi Terima Uang Pisah

Next Post

21 Karyawan PT TCI di Karantina – Hasil Rapid Test, Dua Orang Reaktif

Next Post
21 Karyawan PT TCI di Karantina – Hasil Rapid Test, Dua Orang Reaktif

21 Karyawan PT TCI di Karantina – Hasil Rapid Test, Dua Orang Reaktif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000142

article 710000143

article 710000144

article 710000145

article 710000146

article 710000147

article 710000148

article 710000149

article 710000150

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990066

article 999990067

article 999990068

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

news-1701