PARADASE.id – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang melalui Kepala Tata Usaha (TU) UPT Pasar Abdul Malik, memberi penjelasan akan dugaan pungutan liar di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Dia menjelaskan, pedagang di Pasar Tamrin memang sempat mengadakan rapat untuk mengantisipasi kemungkinan diputusnya air dan listrik, sebab mengira anggaran pemeliharaan yang tidak ada. ‘Memang pernah rapat soal itu, karena mengira anggaran peeliharaan pasar tidak ada, makanya mereka tentukan tarif,” ujar Abdul Malik, Kamis (03/06/2021) siang. Diapun dengan tegas menampik bahwa pungutan liar soal listrik dan petugas kebersihan tersebut diprakarsai UPT Pasar Bontang. Pihaknya disebut tidak terlibat dalam pungutan maupun mengetahui teknis. “Yang jelas, kami tidak tau menau soal pungutan itu,” ujarnya. Dilanjutkan Abdul Malik, air dan listrik di Pasar Tamrin sebenarnya masih ditanggung pihak Pemerintah Bontang hingga Desember tahun ini. Hal tersebut sesuai dengan durasi pemeliharaan pasar tersebut. “Air dan listrik masih ditanggung hingga akhir Desember tahun ini,” jelasny.a Mengenai toilet yang dikenakan tarif, Malik pun menampik hal tersebut. Menurutnya hal itu tidak dibenarkan, dan jika ada sudah pasti dianggap ilegal. “Toilet ini kan diperuntukkan untuk publik, artinya tidak boleh dikenakan tarikan,” tutupnya. (Adv)

Headline, Pariwara183 Views

PARADASE.id – Progres penyebrangan laut jalur Bontang Mamuju masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan Indonesia. Untuk memastikan percepatan jalur  tersebut, Komisi III DPRD Bontang berencana mengurus hal itu di pusat.

“Besok kami (Komisi III  DPRD Bontang) akan berangkat ke Jakarta, agar jalur ini  bisa segera dibuka,” ujar Amir Tosina saat ditemui  di kantornya, Senin (31/05/2021) siang.

Dikatakan Amir,  progres perizinan baik di pemilik kapal dan Dishub Bontang dikatakan hampir selesai. Kapal  yang akan  digunakan merupakan kapal berukuran sedang dengan kapasitas penumpang maksimal  500.

“Izin sudah hampir selesai  dan kapal yang digunakan untuk jalur tersebut sebanyak satu unit,” ujarnya.

Mengenai harga  tiket perjalanan Bontang Mamuju, Amir Tosina menyebut pemilik kapal sudah menentukan nominalnya, yakni Rp 500 ribu. Namun pihaknya masih melakukan upaya negosiasi soal  harga tiket tersebut agar bisa lebih  murah.

“Kami sudah minta untuk diturunkan, kalau bisa maksimal Rp 400 ribu saja. Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, kami target jalur tersebut bisa dibuka pada bulan Juli mendatang,” pungkasnya. (Adv)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *