Paradase.id – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, meminta pemerintah daerah segera memperketat regulasi dan standar keselamatan bagi transportasi wisata bahari. Desakan ini muncul setelah sebuah kapal wisata yang mengangkut 29 wisatawan asal Samarinda dilaporkan kandas di perairan sekitar Bontang Kuala.
Akibat insiden tersebut, seluruh penumpang harus dievakuasi, dengan beberapa di antaranya dilaporkan mengalami lemas dan sesak napas akibat kendala yang dialami kapal di tengah laut.
Menurut Rustam, aspek keselamatan wisatawan mestinya menjadi prioritas utama, mengingat karakteristik perairan menuju destinasi wisata seperti Beras Basah cukup menantang. Ia menjelaskan, meski waktu tempuh ke Beras Basah hanya sekitar satu setengah jam, kapal wisata harus melintasi jalur perairan dalam dan terbuka yang juga dilalui kapal tanker maupun kapal peti kemas.
“Begitu orang mau masuk di alur Beras Basah, dilewati oleh kapal tanker, peti kemas, maka dia masuk perairan yang sangat dalam. Terbuka, maka ombaknya tidak bisa diprediksi,” jelas Rustam saat ditemui di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (15/8/2026).
Ia turut menekankan pentingnya kejelasan legalitas operator yang memberangkatkan wisatawan. Menurutnya, setiap pihak yang membawa wisatawan ke lokasi wisata bahari wajib terdaftar resmi dan menjalankan mekanisme keberangkatan yang terstandar. Untuk itu, ia mendorong disusunnya aturan tegas yang mencakup prosedur keberangkatan kapal, legalitas operator, jaminan asuransi penumpang, hingga pengelolaan aktivitas wisata di lapangan.
Selain aspek keselamatan pelayaran, Rustam juga menyoroti minimnya perlindungan asuransi bagi sebagian wisatawan selama ini. Ia berharap momentum pembahasan regulasi tata ruang dan zonasi dapat sekaligus memperjelas status kawasan Beras Basah, termasuk peluang pengembangannya menjadi kawasan wisata resmi.
“Semua stakeholder harus satu bahasa,” tegasnya.
Rustam menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pengembangan sektor wisata bahari tidak bisa dilepaskan dari faktor keselamatan. Ia menilai potensi wisata Beras Basah cukup besar, namun pengelolaannya wajib berpijak pada dasar hukum dan standar keselamatan yang kuat agar insiden serupa tidak terulang kembali.
