Paradase.id – Pembangunan dan penataan infrastruktur publik di Kota Bontang terus menjadi fokus perhatian jajaran legislatif. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengimbau agar proses pengawasan proyek rehabilitasi kawasan HOP 1 diperketat secara menyeluruh.
Langkah ini dinilai krusial demi memastikan eksekusi pengerjaan fisik di lapangan berjalan presisi dan selaras dengan dokumen gambar perencanaan yang telah disepakati.
Pria yang akrab disapa Andi Faiz tersebut menegaskan bahwa kualitas pekerjaan fisik harus menjadi prioritas utama para pemangku kepentingan. Pengawalan intensif wajib dilakukan sejak tahap awal pengerjaan, tahap perakitan, hingga titik akhir penyelesaian proyek sebelum diserahterimakan.
Ia menekankan bahwa rancangan desain yang terlihat sangat baik di atas kertas tidak akan berarti banyak jika realisasi bangunannya justru menyimpang. Oleh sebab itu, seluruh pihak yang terlibat dituntut untuk bekerja profesional demi menjaga kesesuaian antara rencana awal dan hasil akhir di lapangan.
“Hal mendasar yang wajib kita jamin adalah bagaimana perencanaannya yang matang bisa diimbangi dengan pengawasan ketat. Jangan sampai konsep visualnya dibuat sangat menarik di atas kertas, tetapi hasil akhirnya justru tidak sesuai ekspektasi,” tutur Andi Faiz saat memberikan keterangannya pada Senin (10/8/2026).
Politisi Partai Golkar ini menilai peran tim konsultan pengawas sangat vital dalam menentukan mutu proyek. Rehabilitasi kawasan HOP 1 bukan sebatas mengejar target penyelesaian fisik konstruksi semata, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dan akuntabilitas anggaran kepada masyarakat luas. Setiap jengkal material dan detail teknis harus dipastikan memenuhi standar operasional agar fasilitas tersebut aman digunakan dalam jangka panjang.
Selain ketahanan struktur, Andi Faiz mengingatkan pihak kontraktor agar tidak mengabaikan unsur estetika dalam proses pengerjaan. Mengingat kawasan HOP 1 dirancang sebagai salah satu ruang publik terbuka hijau, kenyamanan visual dan keindahan tata ruang menjadi elemen kunci yang akan langsung dirasakan oleh pengunjung. Sentuhan artistik dan kerapian hasil pengerjaan dinilai akan memberikan nilai tambah bagi daya tarik kawasan tersebut.
“Pekerjaan fasilitas umum ini membutuhkan sentuhan artistik yang rapi. Jadi indikator keberhasilannya bukan hanya dilihat dari kekuatan konstruksi, melainkan juga dari penampilan akhirnya yang tampak indah, tertata, serta nyaman saat dimanfaatkan oleh warga,” katanya menambah penjelasan.
Di akhir keterangannya, Andi Faiz berharap sinergi yang solid dapat terjalin kuat antara pihak perencana, pengawas, dan kontraktor pelaksana. Dengan pembagian peran yang optimal serta pengawasan melekat di lapangan, potensi timbulnya deviasi proyek maupun cacat mutu dapat diminimalkan.
“Kawasan ini kelak akan menjadi pusat interaksi warga Bontang untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa hasil akhir dari proyek ini adalah sebuah fasilitas umum yang berkualitas tinggi, estetis, dan benar-benar layak dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
