Paradase.id – Keterbatasan kemampuan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh dijadikan alasan untuk menahan laju pembangunan di Kota Bontang. Berdasarkan hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang Rustam mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif menjajaki peluang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, beragam rencana pembangunan yang belum dapat terakomodir lewat APBD masih memiliki peluang besar untuk diwujudkan melalui dukungan program maupun alokasi dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini menuntut setiap perangkat daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber pembiayaan alternatif. Ia pun mengajak seluruh jajaran OPD untuk berani menyuarakan kebutuhan serta aspirasi masyarakat Kota Bontang ke tingkat kementerian terkait.
“Mari rekan-rekan di lingkungan OPD bawa berbagai aspirasi ini ke kementerian. Di tengah keterbatasan kemampuan APBD, kita harus lebih kreatif dan aktif menjemput berbagai program yang tersedia dari pemerintah pusat,” ujar Rustam pada Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, pintu peluang mendapatkan dukungan program dari pusat masih terbuka lebar, asalkan daerah mampu menyusun usulan yang matang serta menjalin komunikasi yang harmonis dan berkelanjutan dengan pihak kementerian. Rustam mencontohkan sejumlah mitra potensial, antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Pendidikan.
Rustam berharap kebutuhan pembangunan masyarakat dapat terus terlayani secara optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah. Sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi salah satu kunci utama untuk mempercepat terwujudnya program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
“Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi fondasi penting agar program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat segera terwujud,” pungkasnya. (Adv)
