Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Home Headline

Kemenhub Resmikan Beberapa Bandara di Wilayah 3TP, Budi Karya: Dorong Pemerataan Pembangunan RI

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
December 27, 2023
in Headline, Lintas
0
Kemenhub Resmikan Beberapa Bandara di Wilayah 3TP, Budi Karya: Dorong Pemerataan Pembangunan RI

Kemenhub telah membangun bandara baru di 25 lokasi dan revitalisasi bandara di 38 lokasi dalam kurun waktu 2015-2023. (Foto: BKIP Kemenhub)

Paradase.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI membangun sejumlah bandara untuk mewujudkan pemerataan konektivitas antar wilayah di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

Diketahui, dalam kurun waktu 2015-2023, Kemenhub telah membangun bandara baru di 25 lokasi dan revitalisasi bandara di 38 lokasi. Beberapa bandara yang telah selesai dibangun di antaranya adalah Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Bandara Siboru di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dan Bandara Mentawai di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan ketiga bandara ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan tujuan membuka akses wilayah di kawasan tertinggi, terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP).

Budi mengatakan pembangunan sejumlah bandara hingga ke penjuru negeri bertujuan untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah secara merata dan juga mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru.

“Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan terbukanya akses, pergerakan manusia maupun logistik semakin lancar dan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/12).

Kemenhub menjelaskan Bandara Ewer yang diresmikan pada Juli 2023 memiliki terminal bandara seluas 488 meter persegi (m2) atau lebih luas dari terminal lama, yakni 120 m2. Kapasitas yang dapat ditampung bandara tersebut sebanyak 14 ribu penumpang pertahun.

Budi menambahkan pengembangan bandara Ewer telah dilakukan sehak tahun 2018 hingga tahun 2022 dengan total anggaran Rp 287 miliar yang berasal dari APBN.

Bandara Ewer, kata Budi, memiliki landasan dengan ukuran 1.650 m x 30 m sehingga mampu didarati pesawat tipe ATR 72-600 untuk penumpang maupun kargo. Bandara Ewer akan menjadi titik sentral yang sangat strategis unutk melayani penerbangan dari dan ke bandara yang lebih besar seperti Timika atau Merauke maupun menuju bandara yang lebih kecil di wilayah pedalaman Papua.

Berikutnya, Bandara Siboru yang diresmikan pada November 2023 lalu, memiliki luas terminal 4.600 m2 yang dapat menampung hingga 152.945 penumpang per tahun.

Total anggaran untu pembangunan Bandara Siboru senilai Rp 891 miliar menggunakan APBN melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Bandara Siboru menjadi jembatan udara di wilayah Papua Barat menghubungkan Fakfak dengan daerah-daerah yang lain, yakni Fakfak ke Sorong, ke Timika, ke Kaimana, ke Amanai, ke Babo, ke Dobo, ke Bintuni, dan lain-lainnya.

Kemudian, Bandara Douw Aturure yang berada di Provinsi Papua Tengah juga akan menghubungka Nabire dengan beberapa kota di Papua seperti Timika, Manokwari, dan Jayapura.

Bandara Douw Aturure memiliki panjang runway 1.600 m x 30 m dan akan menjadi sarana akomodasi transportasi udara yang utama di Kabupaten Fakfak menggantikan fasilitas bandara sebelumnya, yaitu Bandara Torea.

Selanjutanya Bandara Mentawai yang memiliki terminal penumpang seluas 1.600 m2 yang mampu menampung sekitar 53 ribu lebih penumpang per tahun.

Pembangunan bandara ini dibiayai melalui sumber pembiayaan SBSN dengan total anggaran sebesar Rp 487 miliar. Kehadiran Bandara Mentawai ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas dari Kota Padang ke Kabupaten Mentawai dan sekitarnya.

Bandara Mentawai memiliki panjang runway 1.500 m x 30 m yang dapat dilandasi pesawat yang lebih besar yaitu ATR 72-600.

“Kehadiran bandara-bandara ini diharapkan juga akan mendongkrak potensi wisata di daerah masing-masing. Untuk itu diperlukan sinergi yang baik dari pemerintah daerah untuk mengoptimalkannya. Misalnya yaitu dengan menyelenggarakan berbagai event daerah, nasional, dan internasional, mempromosikan destinasi wisata di daerahnya dan upaya lainnya untuk mendorong tingkat okupansi pesawat,” tutur Budi Karya. (Sumber: detikNews/Sukma Nur Fitriana)

Tags: headlineKemenhubTeras
Previous Post

Imbas Skandal Uji Keselamatan, Daihatsu Hentikan Distribusi Secara Global

Next Post

Alat Peraga Kampanye Dirusak, Tim Pemenangan Calon Anggota DPD RI Dapil Kaltim Soedarmo Akan Lapor Ke Bawaslu Bontang

Next Post
Alat Peraga Kampanye Dirusak, Tim Pemenangan Calon Anggota DPD RI Dapil Kaltim  Soedarmo Akan Lapor Ke Bawaslu Bontang

Alat Peraga Kampanye Dirusak, Tim Pemenangan Calon Anggota DPD RI Dapil Kaltim Soedarmo Akan Lapor Ke Bawaslu Bontang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

  • Security Bisa di PKWT Sesuai UU Ketenagakerjaan

    Security Bisa di PKWT Sesuai UU Ketenagakerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Jadi Dirut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tarif Air Naik, Pemkot Bontang Klaim untuk Tingkatkan Layanan Perumda Tirta Taman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pupuk Kaltim Siap Bangun Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia: Dukung Kemandirian Industri dan Kurangi Ketergantungan Impor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tolak Draft Perpres, SMSI Sepakat dengan Masukan Google untuk Majukan Pers Siber di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000601

article 328000602

article 328000603

article 328000604

article 328000605

article 328000606

article 328000607

article 328000608

article 328000609

article 328000610

article 328000611

article 328000612

article 328000613

article 328000614

article 328000615

article 328000616

article 328000617

article 328000618

article 328000619

article 328000620

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 888000031

article 888000032

article 888000033

article 888000034

article 888000035

article 888000036

article 888000037

article 888000038

article 888000039

article 888000040

article 888000041

article 888000042

article 888000043

article 888000044

article 888000045

article 888000046

article 888000047

article 888000048

article 888000049

article 888000050

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 878000011

article 878000012

article 878000013

article 878000014

article 878000015

article 878000016

article 878000017

article 878000018

article 878000019

article 878000020

article 878800021

article 878800022

article 878800023

article 878800024

article 878800025

article 878800026

article 878800027

article 878800028

article 878800029

article 878800030

article 878800031

article 878800032

article 878800033

article 878800034

article 878800035

article 878800036

article 878800037

article 878800038

article 878800039

article 878800040

article 868000011

article 868000012

article 868000013

article 868000014

article 868000015

article 868000016

article 868000017

article 868000018

article 868000019

article 868000020

article 868100021

article 868100022

article 868100023

article 868100024

article 868100025

article 868100026

article 868100027

article 868100028

article 868100029

article 868100030

article 868100031

article 868100032

article 868100033

article 868100034

article 868100035

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

cuaca 898100001

cuaca 898100002

cuaca 898100003

cuaca 898100004

cuaca 898100005

cuaca 898100006

cuaca 898100007

cuaca 898100008

cuaca 898100009

cuaca 898100010

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

kasus 898100001

kasus 898100002

kasus 898100003

kasus 898100004

kasus 898100005

kasus 898100006

kasus 898100007

kasus 898100008

kasus 898100009

kasus 898100010

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

article 898100021

article 898100022

article 898100023

article 898100024

article 898100025

article 898100026

article 898100027

article 898100028

article 898100029

article 898100030

article 898100031

article 898100032

article 898100033

article 898100034

article 898100035

article 898100036

article 898100037

article 898100038

article 898100039

article 898100040

article 898100041

article 898100042

article 898100043

article 898100044

article 898100045

article 898100046

article 898100047

article 898100048

article 898100049

article 898100050

article 710000011

article 710000012

article 710000013

article 710000014

article 710000015

article 710000016

article 710000017

article 710000018

article 710000019

article 710000020

article 710000021

article 710000022

article 710000023

article 710000024

article 710000025

article 710000026

article 710000027

article 710000028

article 710000029

article 710000030

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

news-1701