Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

DPRD Bontang Tolak Rencana Penerapan PPN Sembako dan Pendidikan

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
June 16, 2021
in Headline, Pariwara
0
DPRD Bontang Tolak Rencana Penerapan PPN Sembako dan Pendidikan

PARADASE.id – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan pangan atau sembako hingga biaya sekolah menuai kritik dari sejumlah kalangan. Kritik itu datang dari Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam.

Andi Faiz mengatakan, penerapan PPN ke sembako yang rencananya menyasar  beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi dianggap tidak masuk akal.

Politisi Golkar itu menyebut, sembako harusnya diberi relaksasi di tengah ekonomi yang menurun saat ini. Pun dengan mengenakan pajak ke bahan pokok akan lebih  menambah beban masyarakat Indonesia. Mengingat, sembako merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Diapun menegaskan,  menolak rencana tersebut dan meminta pemerintah untuk tidak melanjutkan pembahasan  lebih lanjut.

“Meskipun masih draft, tapi saya  menolak rencana tersebut dan meminta agar tidak dilanjutkan lagi,” ujar Andi Faiz saat ditemui di kantornya, Selasa (15/06/2021) siang.

Sejalan dengan PPN Pendidikan, Andi Faiz Menilai bila pendidikan adalah hal mendasar setiap warga negara yang harusnya didukung oleh pemerintah.

Jika pun akhirnya rencana tersebut terealisasi, biaya pendidikan dikatakan akan mengalami kenaikan. Hal tersebut dianggap  sangat memberatkan warga, terlebih ekonomi yang masih belum pulih di masa pandemi sekarang ini.

“Hal ini sangat memberatkan, bisa menjadi penyebab tingginya angka putus sekolah nantinya,” pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris menolak keras rencana tersebut. Mencuatnya  rencana tersebut  dikatakan sebagai kebingungan pemerintah mencari sumber pendapatan.

“Rencana ini menunjukkan kebingungan pemerintah pusat. Sayangnya yang jadi korban adalah rakyatnya,” ujarnya. (Adv)

 

Tags: bontangheadlinepariwarasekwan DPRD kota Bontang
Previous Post

140 Berkas Pendaftar BPUM Ditolak, Begini Penjelasan Diskop UKMP Bontang

Next Post

Laman Bermasalah, Diskop UKMP Bontang Perpanjang Pendaftaran BPUM

Next Post
Laman Bermasalah, Diskop UKMP Bontang Perpanjang Pendaftaran BPUM

Laman Bermasalah, Diskop UKMP Bontang Perpanjang Pendaftaran BPUM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved