Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY
Menu
  • TERAS
  • LINTAS
  • LIPUTAN KHUSUS
  • RAGAM
  • PARIWARA
    • DISKOMINFO KOTA BONTANG
    • DPRD KOTA BONTANG
    • DPRD PROV. KALTIM
    • DPRD KAB. KUTIM
    • DISPOPAR KALTIM
    • DISKOMINFO PERSTIK KUTIM
    • DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KALTIM
  • PARADASE DIGITAL GALLERY

Sutomo Jabir Dorong Anggaran Pendidikan Menjamah Daerah Pelosok

Redaksi Paradase by Redaksi Paradase
October 20, 2023
in DPRD PROV. KALTIM, Headline
0
Sutomo Jabir Dorong Anggaran Pendidikan Menjamah Daerah Pelosok

Anggota DPRD, Kaltim Sutomo Jabir (Foto: istimewa)

Paradase.id – Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir mendorong pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Provinsi Kalimantan Timur agar tepat sasaran, khususnya pada sektor pendidikan.

Hal demikian mengingat terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada APBD Kaltim dari Rp17,1 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp20, 67 triliun pada tahun 2024. Otomotis alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari postur APBD juga mengalami kenaikan. Menurutnya besarnya anggaran tersebut benar-benar harus tepat sasaran.

“Anggaran pendidikan yang besar, harus terencana dengan baik, sehingga belanja pendidikan berorientasi kepada kebutuhan pendidikan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan SKPD,” tegas legislator dari Fraksi PKB itu.

Sutomo Jabir mengungkapkan, infrastruktur pendidikan di Kaltim tak sedikit yang masih belum layak, atau bahkan belum dibangun untuk memenuhi kebutuhan rombongan belajar. Di sejumlah Kabupaten/Kota ia mengatakan masih banyak siswa yang tidak bisa belajar dengan baik dikarenakan terbatasnya ruang kelas. Bahkan ironinya ada sekolah yang harus melakukan proses belajar mengajar di balai desa.

“Program prioritas wajib belajar 12 tahun. Namun disalah satu Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau tak ada satupun sekolah tingkat SMA,” ungkapnya.

Untuk itu ia mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan pemerataan, menjamah sekolah di daerah pelosok atau pedalaman agar serapan anggaran pendidikan tak hanya fokus di daerah perkotaan saja.

“Anggaran pendidikan sekitar Rp4 Triliun, jangan hanya diprioritaskan pada modernisasi pembelajaran di perkotaan. Ibaratnya api yang jauh dari panggangan,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim)

Tags: DPRD Kaltimpariwara
Previous Post

Unggul 6-0 Kalahkan Brunei, Timnas Indonesia Lolos Babak Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026

Next Post

Anggota DPRD Kaltim M. Udin Sebut Isran-Hadi Sisakan Pekerjaan Rumah

Next Post
Anggota DPRD Kaltim M. Udin Sebut Isran-Hadi Sisakan Pekerjaan Rumah

Anggota DPRD Kaltim M. Udin Sebut Isran-Hadi Sisakan Pekerjaan Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved

Ikuti Kami

Tentang Kami  |  Kontak Kami  |  Pedoman Siber  |  Redaksi

Ikuti Kami

© 2019 Paradase - All Rights Reserved